KYIV - Seorang anggota parlemen lokal Ukraina, Sergey Batrin, meledakkan tiga granat tangan dalam pertemuan dewan lokal di wilayah Transcarpathia Ukraina, kata pihak berwenang pada Jumat, (15/12/2023).
Insiden tersebut terjadi di gedung dewan desa Keretskivska di distrik Mukachevo, yang menyebabkan 26 anggota dewan terluka, enam di antaranya dalam kondisi serius, menurut Kementerian Dalam Negeri Ukraina.
Kelompok operasional investigasi polisi, ahli bahan peledak, dan penyelidik kriminal aktif bekerja di lokasi kejadian, menurut laporan Anadolu.
Sebuah pernyataan dari Dinas Keamanan Ukraina mengungkapkan bahwa penyelidikan telah diluncurkan, mengkategorikan peristiwa tersebut sebagai peristiwa yang bersifat "teroris".
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di tengah pembahasan anggaran tahun 2024 pada rapat dewan desa Keretskivska, di mana muncul keberatan terkait masalah anggaran tertentu.
Hampir 90 menit setelah pertemuan, rekaman video menunjukkan salah satu anggota dewan desa berteriak menolak anggaran. Pria yang mengenakan jaket berwarna gelap itu kemudian meninggalkan ruangan sambil membawa pria lain bersamanya.
Beberapa menit kemudian pria, yang kemudian diidentifikasi sebagai Batrin, kembali dan berdiri di depan pintu. Tak lama kemudian dia mengeluarkan beberapa granat dari saku jaketnya.
Dia sempat mencoba menarik perhatian orang dengan mengatakan "Bolehkah?", sebelum melemparkan granat ke tengah ruangan. Beberapa saat kemudian mereka meledak.
“Akibatnya, 26 orang terluka, enam di antaranya berada dalam kondisi serius,” kata pernyataan polisi, seraya menambahkan bahwa petugas medis berusaha menyadarkan pria yang melemparkan granat tersebut, demikian dilansir BBC.
Polisi kemudian mengatakan penyerang dibawa ke rumah sakit ke unit perawatan intensif dalam kondisi serius.
Banyak warga Ukraina yang memiliki akses terhadap persenjataan akibat perang dengan Rusia, namun belum ada bukti bahwa serangan tersebut terkait dengan konflik.
Keretsky adalah desa berpenduduk sekira 4.000 orang tidak jauh dari perbatasan Hungaria.
Polisi Ukraina mengatakan dinas keamanan SBU akan menyelidiki insiden tersebut sebagai "serangan teroris".
(Rahman Asmardika)