Prabowo Viral soal Ndasmu Etik, TPM Ganjar-Mahfud: Kekuatan Pemimpin pada Keteladanan

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 17 Desember 2023 13:57 WIB
Prabowo Subianto (Foto: MPI/Istimewa)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua TPM (Tim Pemenangan Muda) Ganjar-Mahfud Achyar Alrasyid menilai Capres Prabowo Subianto yang mengatakan "ndasmu etik" sebagai ungkapan yang kurang santun dan tidak patut dicontoh.

"Kekuatan pemimpin itu ada pada keteladanan. Memberi contoh yang baik. Anak-anak muda negeri ini membutuhkan banyak tuntunan yang baik berupa perkataan dan tindakan yang positif serta sejuk,” ujar Achyar, Minggu (17/12/2023).

Menurutnya, meskipun ucapan ‘ndasmu etik’ diklarifikasi oleh jubir Prabowo sebagai bahan candaan, tapi bernuansa tone negatif. “Mengarah kepada emosi yang tidak sehat,” tambah Achyar, yang pernah menjabat Koordinator PPI Dunia 22/23.

Achyar menjelaskan apa yang ditunjukkan oleh Capres Prabowo menambah deretan kontradiktif antara framing image dengan sifat asli. Sesuatu yang dibuat-buat itu lama-kelamaan akan nampak terlihat yang aslinya.

"Branding image 'Gemoy' kemudian narasi 'PEMILU Riang Gembira', yang sudah disusun oleh konsultan dan timnya mereka runtuh dan hancur akibat sifat asli Prabowo yang muncul berkali-kali beberapa waktu belakangan ini,” katanya.

Contoh lainnya misalnya, dalam debat Capres Prabowo terlihat emosional. “Ditambah ucapan ‘Ndasmu Etik’ yang ditunjukkan ke publik ini makin menunjukkan sifat asli. Anak muda pasti sudah pintar dan cerdas dalam menilai,” ujar Achyar.

Lebih lanjut, Eks Ketua PB HMI Periode 18/20 Bidang Hubungan Internasional ini juga menegaskan bahwa perkataan ‘Ndasmu Etik’ berpotensi memicu konflik di masyarakat sebab mengartikan etika sebagai sesuatu yang dianggap remeh.

“Padahal Bapak Joko Widodo selalu mengatakan bahwa Indonesia itu sangat kental dengan adat ketimuran dan mengedepankan sopan santun serta etika,” ujarnya.

Sebelumnya, Capres Prabowo mengutarakan kalimat ‘Ndasmu Etik’ itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra pada 15 Desember 2023 lalu.

Pernyataan itu mendapat respons negatif berbagai pihak sebab dianggap menghina etika masyarakat Indonesia.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya