PROBOLINGGO - Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) menyebutkan kesederhanaan cawapres Mahfud MD membuatnya menjadi sosok yang sangat istimewa.
“Pak Prof Dr Mahfud MD dengan kedudukannya 20 tahun lebih, dengan kedudukannya yang tinggi, dengan kekuasaan yang besar sampai hari ini sangat sederhana,” ujar Hary Tanoe pada laman Instagram miliknya, Senin (25/12/2023).
Hary Tanoe menyebutkan, kekagumannya pada kesederhanaan pada Mahfud MD dan juga keluarganya.
“Putrinya dr Vina Amalia bekerja di RSUD Probolinggo jadi Dokter melayani masyarakat Probolinggo. Bapaknya Menko Polhukam, anaknya Dokter di RSUD betul-betul pemimpin yang amanah dan sederhana," pungkasnya.
Perlu diketahui, Mahfud MD lahir pada 13 Mei 1957 di Sampang, Jawa Timur adalah seorang akademisi, hakim, dan politisi berkebangsaan Indonesia. Ia mengawali kiprahnya di dunia akademisi sebagai dosen di Universitas Islam Indonesia, setahun setelah memperoleh gelar sarjana hukum dari universitas tersebut.
Saat ini, Mahfud menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang menjabat sejak 23 Oktober 2019 dan menjadi tokoh sipil pertama yang mengemban jabatan tersebut. Pada 18 Oktober 2023, ia secara resmi diusung oleh koalisi pimpinan PDI Perjuangan sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo dalam pemilihan presiden Indonesia 2024.
Di masa jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud ditugaskan oleh presiden Joko Widodo untuk menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri (ad interim) ketika menteri definitif, Tito Karnavian melakukan diplomasi ke Singapura pada 2020. Kemudian, ia juga didapuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (ad interim) sewaktu menteri definitif, Tjahjo Kumolo mengalami sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Ia kembali menjabat jabatan yang sama pada 16 Juli 2022 sebagai pelaksana tugas menteri.
Mahfud MD pernah menjabat sebagai Ketua merangkap hakim pada Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013. Sebelumnya ia merupakan anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar Doktor pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada. Sebelum diangkat sebagai Menteri, Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Semasa muda ia juga aktif sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam.
(Awaludin)