2. Sendang Beji
Akibat tidak mampu menahan syahwatnya, air mani Syeh Maulana Maghribi tanpa sengaja menetes ke sendang sehingga membuat Rasa Wulan hamil. Tetesan yang lainnya kemudian menjadi keras dan berubah wujud menjadi mata tombak yang kemudian dinamakan Kanjeng Kyai Pleret.
Saat ini tombak Kanjeng Kyai Pleret masih tersimpan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada bulan syura di setiap tahunnya, pusaka ini selalu dijamasi.
3. Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting
Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting pada awalnya merupakan pusaka milik Ki Ageng Mangir Wanabaya yang memberontak pada Panembahan Senopati. Menurut legenda, tombak ini merupakan lidah dari naga Baru Klinting yang gagal melingkari Gunung Merapi.
Pada saat melingkari Gunung Merapi, Baru Klinting mencoba menjulurkan lidahnya agar dapat berhasil. Namun salah lidahnya menjulur, Ki Ageng Mangir memotong lidahnya dan berubah menjadi mata tombak.
Mengetahui kekuatan pusaka ini, Panembahan Senopati kemudian mengutus putrinya, yakni Nyi Ageng Pembayun untuk menyamar sebagai seorang penari hingga Ki Ageng Mangir tertarik menikahinya.
Setelah mengetahui kelemahan Ki Ageng Mangir dari putrinya, Panembahan Senopati kemudian memanggil Ki Ageng Mangir untuk menghadap ke Mataram. Pada saat itu, Panembahan Senopati kemudian berhasil membunuh Ki Ageng Mangir setelah melepas Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting miliknya.
(Fakhrizal Fakhri )