Belum lagi melihat anak-anak pergi ke sekolah dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter, 5-10 kilometer, hanya untuk ingin mendapatkan ilmu yang nantinya kira-kira bisa diamalkan, bisa bermanfaat.
“Maka itulah, lagi-lagi ini menjadi catatan, oh infrastruktur jalan, layanan kesehatan seperti rumah sakit, ya infrastruktur pendidikan,” katanya.
Belum lagi lanjut Ganjar, tuntutan anak-anak muda yang sekarang apabila menabung inginnya pergi berwisata, piknik mengunjungi tempat-tempat indah. Dijelaskannya, bahwa dengan keinginan anak-anak muda demikian, maka terjadi perbedaan pikiran. Tapi inilah yang diakui Ganjar sebagai perkembangan zaman yang harus direspon.
“Kebutuhan sekarang apa? Kuota internet. Bila ini bisa kita kerjakan dengan baik, maksudnya akses bisa kita gunakan untuk hal-hal yang positif, dipakai ngaji, dipakai belajar dan banyak hal,” imbuhnya.
Maka menjadi penting ke depan, kata dia, para orangtua mendorong agar anak-anaknya mengenyam pendidikan.
“Bagi para orangtua yang tidak mampu tidak perlu khawatir, saya bersama Pak Mahfud sudah menyiapkan beasiswa untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu agar bisa sekolah, kelak nanti anak-anak inilah yang mengubah kehidupan orangtuanya yang tidak mampu,” tutup Ganjar.
(Awaludin)