PEMBENTUKAN wilayah Majapahit oleh Raden Wijaya tergolong cukup cepat. Tercatat, usai tentara Mongol yang sempat berkunjung ke Pulau Jawa hingga penobatan raja pertama konon hanya berdurasi lima bulan saja.
Padahal saat itu, Raden Wijaya atau Nararya Sangramawijaya mendirikan wilayah Majapahit dari sebuah hutan belantara dan memulai pendiriannya dari nol. Hutan Tarik yang dibuka oleh Raden Wijaya sendiri adalah pemberian dari Jayakatwang dari Kerajaan Kediri, yang sebelumnya menyerang Singasari.
Keadaan politik yang kondusif konon membuat pembangunan Desa Majapahit begitu lancar. Para rakyat begitu gembira menyambut prosesi pembangunan dan menyambut datangnya masa baru yang menjanjikan.
Kondusifnya wilayah juga membuat banyak rakyat Singasari dan Daha, ikut berpindah ke Majapahit, sebagaimana dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru" tulisan Mansur Hidayat. Lambat laun desa yang dulunya sepi berangsur-angsur menjadi ramai penduduknya.
Jadi, paling tidak ada rentang waktu selama 5 bulan, sejak bulan Mei setelah terusirnya tentara Mongol dari tanah Jawa, sampai penobatan Nararya Sangramawijaya di bulan November, pembangunan Majapahit dari sebuah desa kecil menjadi calon ibu kota dilakukan.
Persiapan penobatan Nararya Sangramawijaya diserahkan kepada Adipati Arya Wiraraja dari Madura karena kemampuannya sebagai babatangan sejak dahulu tidak diragukan lagi.