Mahfud MD Sebut Islam Indonesia Tak harus Berkiblat ke Timur Tengah

Muhammad Farhan, Jurnalis
Kamis 04 Januari 2024 04:49 WIB
Mahfud MD hadiri Konser Lilin Putih (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Cawapres Nomor Urut 3, Mahfud MD menyampaikan Islam di Indonesia memiliki perbedaan dibandingkan sejumlah tempat lainnya lantaran Islam dan Indonesia tidak dapat dipisahkan.

Kata dia, Islam dan negara Indonesia harus menyatu dengan toleransi dan cinta tanah air sehingga tidak harus berkiblat seperti Islam di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) itu mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam konser Lilin Putih, yang diselenggarakan di Balai Sarbini pada Rabu malam kemarin (3/1/2024).

Mahfud menjelaskan bahwa Muslim di Indonesia berislam dengan memiliki sumpah untuk menegakkan persatuan dan kesatuan.

"Bukan berarti Islam lalu mau menjadi mendominasi terhadap Indonesia, bukan. Harus menyatu. Islam intinya itu orang Islam, Indonesia itu tidak harus berkiblat ke negara-negara Islam di Timur Tengah," jelas Mahfud.

Bagi Mahfud, Islam Indonesia yang tidak harus berkiblat ke Timur Tengah dimaksudkan agar berislam dengan berindonesia dalam satu kesatuan.

Semangat Islam di Indonesia, lanjut Mahfud, mengandung cinta kepada tanah air, bangsa dan negara yang dibentuk dalam keragaman suku, agama, dan ras.

"Oleh sebab itu ada istilah hubhulwathan minnal iman, cinta kepada tanah air, bangsa, dan negara itu bagian dari ajaran untuk melaksanakan iman," terang Mahfud.

Pria asal Madura, Jawa Timur itu mengatakan Islam di Indonesia dibangun dengan semangat inklusif, tidak beranggapan istimewa dan menutup diri. Dia pun menekankan semangat Keislaman di Indonesia dibangun atas dasar tolerasi antar perbedaan tersebut.

"Nah kunci dari kebersatuan ini adalah toleransi. Agama saya, agama kita semuanya, agama apa pun, pasti mengajarkan toleransi," tutur Mahfud.

Sementara itu, Putri dari Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan sosok Mahfud MD dikenalnya sebagai tokoh yang lekat dengan semangat perdamaian. Salah satu bukti adalah usulannya terkait Perpres Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan.

"Kami terlibat di dalamnya, dan Mahfud MD mendorong agar aturan ini dijadikan hukum. Ini membuktikan komitmen pak Mahfud pada perdamaian, telah teruji," kata Yenny.

Sekadar informasi, dalam konser lilin putih tersebut diserahkan sejumlah penghargaan kepada para ‘Tokoh Pembawa Damai Indonesia’ dari kalangan umat Kristiani, Islam, Hindu, Budha, konghuchu dan Aliran Kepercayaan.

Acara tersebut pun diisi oleh sejumlah musisi ternama Tanah Air. Mulai dari Ellfonda Mekel yang dikenal dengan Once Mekel yang tercatat sebagai caleg PDI Perjuangan Dapil Jakarta II, Eka Deli, Jamaica cafe, dan Stevan Pasaribu. Ada juga tari Contemporer, Tetabuhan Nusantara, Tarian Nusantara dan choir.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya