JAKARTA - Perkumpulan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant Care) kembali mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melaporkan dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu, Kamis (1/2/2024). Migrant Care menemukan sebanyak 3.238 data ganda Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) Johor Bahru, Malaysia.
"DPTLN Johor Bahru, Malaysia, Tim Migrant Care menemukan sekitar 3.238 nama dengan alamat dan umur yang sama. Artinya, pada DPTLN Johor Bahru PPLN mempublikasikan nama, umur dan alamat masing-masing warga negara," ucap Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo di gedung Bawaslu Ri, Jakarta Pusat.
BACA JUGA:
Dia menambahkan, pihaknya juga mencatat, terdapat 22 orang dari DPTLN Johor Bahru, Malaysia bertuliskan alamat Indonesia yaitu Sumenep, Jawa Timur. Lalu dua orang tertulis beralamat di Jember, Jawa Timur dan 19 nama dalam data tertulis beralamat, bercuti atau rehat atau pulang.
BACA JUGA:
"Selain 3.238 nama ganda yang kami temukan dalam DPT Johor Bahru, kami juga menemukan banyak data ganjil," sambungnya.
Menurutnya, Malaysia merupakan salah satu negara yang menjadi fokus pemantauan Migrant Care selama tahapan pemilu. Sebab wilayah Johor Bahru menjadi lokasi dengan pemilih luar negeri terbanyak dengan total 119.491 orang.
“Perlu disadari bersama, bahwa pekerja migran Indonesia adalah yang menjadi total mayoritas pemilih yang ada di luar negeri,” katanya.
(Qur'anul Hidayat)