KARAWANG - Banjir kiriman dari hulu sungai Cibeet menggenangi Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jumat (2/2/2024). Air dengan ketinggian 50 cm memaksa sejumlah warga mengungsi karena takut ketinggian air bertambah. Sedikitnya 570 jiwa dari 190 kepala keluarga terdampak banjir kiriman yang menggenangi 130 rumah warga.
Menurut salah seorang petugas BPBD, Kaming, banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat mengalami pasang surut dalam satu minggu ke belakang. Banjir sempat meninggi dan surut kembali pada Kamis kemarin, namun kembali meninggi Jumat (2/2) pagi ini.
"Ini banjir kiriman dari hulu Sungai Cibeet dan Sungai Cidawolong yang meluap ke rumah warga. Dalam satu minggu ini banjir di Desa Karangligar memang banyak diakibatkan oleh banjir kiriman," kata Kaming, Jumat.
Menurut Kaming, warga Desa Karangligar sudah terbiasa dengan banjir sehingga sudah mengantisipasi untuk menghadapi banjir. Jika banjir setinggi satu meter lebih, maka warga mengungsi ke tempat pengungsian dan kemudian kembali ke rumah ketika air surut.
"Namun di Desa Karangligar warga sudah beberapa kali mengungsi karena banjir kiriman." katanya.
Kaming mengatakan Desa Karangligar menjadi langganan banjir karena menjadi titik pertemuan sungai Citarum dan Cibeet. Jika hujan di hulu tinggi maka air akan tumpah di Desa Karangligar hingga terjadi banjir.
"Jadi warga sering bolak balik mengungsi tergantung debit air hujan dari hulu sungai di sungai Cibeet," katanya.
Banjir yang terjadi saat ini menggenangi rumah warga di Dusun Pengasinan sebanyak 130 rumah, 3 masjid dan 1 sekolah PAUD. Petugas BPBD masih siaga memantau debit air dari wilayah hulu dan di Desa Karangligar.
"Kami standby memantau perkembangan banjir. Jika banjir semakin tinggi kami evakuasi warga ditempat aman," katanya.
(Qur'anul Hidayat)