Alumni UIN Syarif Hidayatullah: Presiden Kalau Macam-Macam dengan Demokrasi Dia Akan Jatuh

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Senin 05 Februari 2024 14:18 WIB
Akademisi Syarif Hidayatullah Jakarta (Foto: MPI)
Share :

 

JAKARTA - Sejumlah alumni dan civitas academica UIN Syarif Hidayatullah menyatakan kegelisahan atas kondisi demokrasi terkini dan penyelenggaraan Pemilu 2024. Mereka mengingatkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menjaga demokrasi dan memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan secara adil.

Salah satu alumni UIN Syarif Hidayatullah, Sidiman Ahmad mengingatkan bahwa ada dua Presiden Republik Indonesia (RI) yang sangat populer dan jatuh pada akhir masa jabatannya. Pertama, kata Saidiman, Ir. Soekarno selaku Presiden ke-1 RI.

"Dia adalah proklamator sangat populer, dicintai hampir seluruh rakyat RI, tetapi karena perbuatannya yang mengangkat dirinya sebagai Presiden seumur hidup, membubarkan partai, dan berlaku diskriminatif, diktator, membubarkan parlemen, walaupun dia populer dia diturunkam oleh rakyat Indonesia daei posisinya senagai Presiden," kata Saidiman di Taman Landmark UIN, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024).

Kedua, kata Saidiman, Presiden ke-2 RI Soeharto. Ia berkata, Soeharto datang tepat waktu ketika ekonomi Indonesia hancur. Apalagi, Soeharto membawa konsep pembangunan ekonomi yang banyak diapresiasi masyatakat.

"Rakyat merasakan pembangunannya, ia diapresiasi. Tetapi karena ia korup, ia menindas ia benci terhadap partai politik, diakhir masa tuanya ia diturunkan oleh masyarakat Indonesia," terang Saidiman.

"Saya katakan bahwa presiden sepopuler apapun, sebesar apapun cinta rakyat kepadanya, sebesar apapun orestasinya, tetapi kalau dia macam-macam dengan demokrasi, macam-macam dengan kebebasan dengan bangsa Indonesia ingin menjadikan kekuasaan itu hanya milik dia dan keluarganya, maka yakin dia akan jatuh, ia akan jatuh teman-teman," imbuhnya.

Lebih lanjut, Saidiman membeberkan tingkat approval rating Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terbilang tinggi. Dari data survei terakhir, kata Saidiman, tingkat approval rating Jokowi mencapai 83%.

"Tetapi yakin, rakyat tidak sebodoh itu. Hanya karena dia mengapresiasi pembangunan, bukan berarti presiden jokowi bisa berbuat seenaknya, bukan berarti dia hisa memperpanjang masa jabatan, menambah 3 periode, atau menjadikan keturunannya selalu berada di dala kekuasaan," terang Saidiman.

"Itu akan kita lawan teman-teman. Saya yakin rakyat Indonesia akan melawan itu. Merdeka" tandasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya