Ketua BEM Unpad Minta Prabu Revolusi 'Revolusikan' Pemikirannya

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis
Kamis 08 Februari 2024 16:28 WIB
Prabu Revolusi (Foto: Tangkapan layar)
Share :

BANDUNG - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran (Unpad), Haikal Febrian Syah menyoroti pernyataan Prabu Revolusi yang mengkritik aksi sivitas akademika tak elok karena mencampuradukan urusan kampus dengan politik.

Sebelumnya, viral di media sosial mengenai pernyataan Prabu Revolusi yang mengkritik aksi sivitas akademika di akun TikTok pribadinya @prabu_revolusi.

Prabu Revolusi menilai jika aksi sivitas akademika ini tak elok karena mencampuradukan kampus dengan politik, apalagi tidak secara resmi mewakili lembaga.

“Sekarang ini kelihatannya lagi marak ada gerakan “mengatasnamakan” kampus untuk berbicara tentang permasalahan politik, ini perspektif saya, menurut saya sangat tidak elok ketika kampus dicampur adukkan dengan dengan kepentingan politik, apalagi tidak secara resmi mewakili kampus,” ujar Prabu.

Mengenai pernyataan tersebut, Haikal pun mengatakan bahwa seperti namanya, Prabu Revolusi harus direvolusikan akal pemikirannya karena menurutnya, suara sivitas akademika itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

"Yang perlu direvolusi itu akal pemikirannya (Prabu Revolusi), seperti namanya. Sivitas akademika itu dididik dalam menyampaikan argumen dan kredibilitasnya itu harus dipertanggungjawabkan,” tegas Haikal lewat sambungan telepon, Kamis (8/2/2024).

Haikal menegaskan, sivitas akademika ini sifatnya bukan partisan, di mana para pemikir bangsa ini tidak asal-asalan dalam memberikan pernyataan.

"Sivitas akademika ini sifatnya bukan partisan karena tenaga pengajar ini harus bisa memberikan contoh yang baik bagi pihak lainnya. Pemikir-pemikir bangsa ini pasti memberikan statement itu dengan pemikiran yang matang dan juga tidak asal-asalan,” ujarnya.

Bahkan, Haikal balik mempertanyakan pendidikan Prabu Revolusi yang telah menganggap aksi sivitas akademika ini merupakan politik partisan.

"Bagi saya, Prabu Revolusi ini harus dipertanyakan justru dia pernah sekolah apa enggak? Pernah kuliah apa enggak? Kalau pun benar kuliah, tanya kuliahnya bener apa enggak? Jangan-jangan ijazahnya beli karena seakan-akan kaya orang yang gak pernah kuliah dan sekolah, karena menganggap semua orang seperti dia yang cari duit dari politik partisan,” katanya.

Terakhir, Haikal pun kembali meminta Prabu Revolusi untuk merevolusikan pemikirannya agar jernih dan tidak asal-asalan dalam berbicara mengenai sivitas akademika.

“Harus dibedakan, anak-anak akademik dan anak-anak politik praktis. Jadi saya rasa Prabu Revolusi coba diingat-ingat kembali, dulu benar gak kuliah? Benar gak kampus itu dididik dengan benar? Kalau merasa itu masih salah, coba benar-benar di revolusikan akal pemikirannya biar lebih jernih dan juga tidak asal-asalan dalam bicara tentang sivitas akademika," tandasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya