RUSIA – Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia sedang mengembangkan senjata anti-satelit baru yang dianggap ‘mengganggu’ dan berbahaya. Namun AS menekankan bahwa Moskow belum mengerahkan senjata itu.
Juru bicara Gedung Putih John Kirby melontarkan komentar tersebut sehari setelah seorang anggota senior Partai Republik di DPR mengeluarkan peringatan samar mengenai ancaman keamanan nasional yang serius.
Mitra BBC AS, CBS News melaporkan senjata tersebut berbasis ruang angkasa dan dipersenjatai dengan senjata nuklir untuk menargetkan satelit.
Namun Kirby tidak mengkonfirmasi hal ini dan menolak memberikan rincian pasti mengenai ancaman tersebut pada Kamis (15/2/2024).
Moskow menuduh AS menggunakan klaim senjata baru Rusia sebagai tipu muslihat untuk memaksa Kongres memberikan bantuan tambahan kepada Ukraina dengan cara apa pun.
Kirby, yang baru-baru ini menjadi pembantu utama Presiden Joe Biden, mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada ancaman langsung terhadap masyarakat AS.
“Kami tidak berbicara tentang senjata yang dapat digunakan untuk menyerang manusia atau menyebabkan kehancuran fisik di bumi ini,” katanya.
Kirby mengatakan Biden telah diberi pengarahan mengenai intelijen tersebut dan pemerintahannya menganggap pengembangan senjata tersebut dengan sangat serius.
Dia menambahkan bahwa presiden telah memerintahkan hubungan diplomatik langsung dengan Rusia atas ancaman tersebut.
Ketua Komite Intelijen DPR Mike Turner mengeluarkan peringatan samar tentang ancaman keamanan nasional yang serius pada Rabu (14/2/2024), yang memicu banyak rumor di ibu kota.
Pada Kamis (15/2/2024), Turner dan anggota komite lainnya bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan untuk membahas masalah ini lebih lanjut.
“Kami semua mendapat kesan yang sangat kuat bahwa pemerintah menanggapi hal ini dengan sangat serius dan bahwa pemerintah sudah mempunyai rencana,” kata Turner setelah pertemuan tersebut.
“Kami berharap dapat mendukung mereka saat mereka menerapkannya,” lanjutnya.
(Susi Susanti)