Satu-satunya Raja Majapahit yang Dapat Julukan Jelek Karena Tabiat dan Sakit-sakitan

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 26 Februari 2024 05:11 WIB
Share :

JAKARTA - Bila raja pada umumnya mendapat julukan bagus lain halnya dengan yang dialami Raja Majapahit Jayanagara. Julukan bernada sindiran ini muncul ketika sang raja bertahta karena tabiat buruknya telah muncul sebelum ia menjabat sebagai penguasa.

Jayanagara memang terkenal dengan sebagai pemimpin dengan tabiat buruk. Sebagai pemimpin yang oportunis dan kerap sewenang-wenang Jayanagara kerap kali tak bisa mendengarkan pendapat pejabat istana, apalagi para rakyatnya. Tak ayal julukan dan sindiran bernada negatif bermunculan ketika ia memimpin di Majapahit menggantikan ayahnya Raden Wijaya.

Nama Kala Gamet itu disematkan kepada raja kedua Majapahit. Sebutan ini Jayanagara sebenarnya hanya dikenal dalam Kakawin Pararaton dan Kidung Rangga Lawe, tapi bukan dalam piagam dan Kakawin Negarakretagama, dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan : Sejarah Kerajaan Majapahit".

Pada Nagarakretagama hanya dikenal namanya, Jayanagara, dan nama itu terang bukan nama abiseka, namun memang nama kecil dari tokoh yang bersangkutan. Dalam piagam Kudadu yang dikeluarkan pada tahun Saka 1216 atau tahun Masehi 1294, telah disebut nama sri Jayanagara. Pada waktu itu, tokoh tersebut baru berumur satu atau dua tahun.

Jadi, nama Jayanagara bukanlah nama abiseka. Namun, Pararaton menyebutnya Kala Gemet yang berarti "penjahat lemah" atau "orang lemah yang jahat”. Tentu yang memberikan nama Kala Gemet pada Kidung Rangga Lawe yakni pengarangnya sendiri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya