Perubahan ini dilakukan karena menurut Caesar, perhitungan Numa Pampilius masih tidak tepat. Julius Caesar menetapkan bulan Februari memiliki 29 hari dan di setiap tahun kabisat menjadi 30 hari.
Perubahan berlanjut, dan Kaisar Agustus mengubah jumlah hari dalam bulan Agustus menjadi 31 hari. Selain itu, ia memangkas jumlah hari di bulan Februari menjadi 28 hari, dengan penambahan satu hari pada tahun kabisat, sehingga menjadi 29 hari.
Ia juga mengganti nama bulan tersebut yang sebelumnya Sextilis menjadi Augustus untuk mengabadikan namanya.
Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 melakukan perbaikan terhadap kesalahan kalender Romawi. Ia menggeser awal tahun menjadi 1 Januari dan menetapkan Desember sebagai penutup tahun. Nama Februari berasal dari festival Romawi yang disebut Februa, suatu perayaan penyucian yang diadakan pada tanggal 15 Februari.
Nama Februa merujuk pada salah satu suku kuno di Romawi, yaitu suku Sabine.
(Arief Setyadi )