Apa Alasan Tahun Kabisat Hanya Jatuh di Bulan Februari?

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 29 Februari 2024 06:06 WIB
Ilustrasi kalender (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Tahun kabisat yang menambahkan satu hari ekstra setiap empat tahun dipilih di bulan Februari. Setiap tahun biasanya memiliki 365 hari. Namun, ada penambahan satu hari dengan adanya hari kabisat.

Tanggal 29 Februari ditetapkan menjadikan hari terakhir dalam bulan dengan durasi terpendek. Apa alasan dipilih Februari?

Penentuan ini terkait dengan perhitungan orbit bumi. Pada masa lalu, kalender Romawi hanya terdiri dari 10 bulan, dimulai dari bulan Maret hingga Desember.

Meski demikian, perhitungan ini tidak sejalan dengan perubahan musim dan jumlah hari dalam setahun sebenarnya, yang seharusnya 365.

Raja Romawi Numa Pompilius pada 700 SM memutuskan untuk menambahkan dua bulan dari 10 bulan. Sehingga tahun memiliki 12 bulan dan Februari menjadi penutup tahun. 

Kaisar Julius Caesar kemudian menyepakati bahwa setiap empat tahun akan ada satu hari ekstra, yang disebut tahun kabisat. Februari mendapatkan tambahan satu hari pada tahun kabisat, menjadi 29 hari.

Selanjutnya Kaisar Julius Caesar menetapkan bahwa 1 tahun terdapat 365 atau dan 366 hari, yang setiap 4 tahun sekali disebut sebagai tahun kabisat.

Perubahan ini dilakukan karena menurut Caesar, perhitungan Numa Pampilius masih tidak tepat. Julius Caesar menetapkan bulan Februari memiliki 29 hari dan di setiap tahun kabisat menjadi 30 hari.

Perubahan berlanjut, dan Kaisar Agustus mengubah jumlah hari dalam bulan Agustus menjadi 31 hari. Selain itu, ia memangkas jumlah hari di bulan Februari menjadi 28 hari, dengan penambahan satu hari pada tahun kabisat, sehingga menjadi 29 hari.

Ia juga mengganti nama bulan tersebut yang sebelumnya Sextilis menjadi Augustus untuk mengabadikan namanya.

Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 melakukan perbaikan terhadap kesalahan kalender Romawi. Ia menggeser awal tahun menjadi 1 Januari dan menetapkan Desember sebagai penutup tahun. Nama Februari berasal dari festival Romawi yang disebut Februa, suatu perayaan penyucian yang diadakan pada tanggal 15 Februari.

Nama Februa merujuk pada salah satu suku kuno di Romawi, yaitu suku Sabine.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya