JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan wilayah ibukota sudah bebas banjir pada Jumat (1/3/2024) Pukul 11.00 WIB.
"BPBD mencatat hingga Kamis (01/03) pukul 11.00 WIB, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut," ujar Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Michael Sitanggang, Jumat (1/3/2024) kepada awak media.
Surutnya banjir dijelaskan Michael selain karena cuaca cerah dan sejak malam hingga dini hari tidak hujan juga karena kolaborasi stakeholder terkait.
"Hal ini terjadi berkat upaya kolaboratif yang dilakukan oleh OPD terkait seperti BPBD, Dinas SDA, Dinas Gulkarmat, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan PPSU Kelurahan yang telah mengerahkan personel berikut dengan peralatan pendukung seperti pompa mobile dalam menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," kata Michael.
Selain itu Michael juga menyebutkan ada peran dari unsur masyarakat juga dilibatkan dalam upaya ini seperti pihak RT/RW, FKDM, dan tokoh masyarakat lainnya sehingga genangan banjir cepat surut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan ada tiga wilayah di DKI Jakarta yang mengalami cuaca ekstrim.
Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Michael Sitanggang menjelaskan tiga wilayah tersebut yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.
"Curah hujan di kawasan Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur bagian utara tercatat sangat lebat hingga ekstrem," ujar Michael, Kamis (29/2/2024) kepada awak media.
Curah hujan tertinggi kata Michael ada di Kelapa Gading, Tanjung Priok hingga Pulogadung.
"Tertinggi ada di Kelapa Gading mencapai 157,4 mm/hari, sedangkan yang berstatus sangat lebat yakni Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok 128mm/hari, dan Pintu Air Pulogadung 127 mm/hari," jelas Michael.
Indikator kondisi cuaca dari BMKG menyebutkan curah hujan di atas 150mm/hari masuk dalam kategori ekstrim, 100-150mm/hari masuk kategori sangat lebat, 50-100mm/hari masuk kategori lebat, 20-50mm/hari masuk kategori sedang, dan 0,5-20mm/hari masuk kategori ringan.
(Fakhrizal Fakhri )