KODAM IV/Diponegoro merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Markas komandonya terletak di Semarang, Jawa Tengah.
Sejak dibentuk pada 5 Oktober 1950, Kodam Diponegoro sudah banyak dipimpin oleh perwira-perwira tinggi hebat TNI Angkatan Darat. Sebagian di antaranya memiliki karir mentereng bahkan sampai menyandang pangkat bintang 4 atau jenderal.
Nama-nama beken pernah menjadi Panglima Kodam Diponegoro. Mereka tak hanya berpengeruh di kalangan militer. Tapi juga ada yang dipercaya jadi pejabat penting pemerintahan. Bahkan ada juga yang bergelar pahlawan nasional.
Pangdam Diponegoro salah satu jabatan elite yang bisa jadi dambaan banyak perwira tinggi TNI. Banyak pati yang karirnya makin cemerlang setelah sukses memimpin Kodam Diponegoro, bahkan bisa pensiun dengan 4 bintang di pundak :
BACA JUGA:
Berikut 8 jenderal bintang 4 yang pernah jadi Pangdam Diponegoro :
1. Jenderal TNI (Purn) Budiman
Jenderal TNI (Purn) Budiman merupakan KSAD periode 2013-2014. Budiman merupakan peraih Adhi Makayasa Akademi Militer (Akmil) 1978.
Mengutip dari Sindonews, sebelum menjadi KSAD, Budiman menjabat Pangdam Diponegoro selama setahun sejak 2009, menggantikan Mayjen Haryadi Soetanto.
2. Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto
Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto adalah lulusan Akabri 1970. Memulai karier sebagai Danton Dam V/Jaya, kiprahnya di militer terus melesat seiring waktu. Pada 1998, Tyasno ditunjuk menjadi Pangdam IV/Diponegoro menggantikan Mayjen Mardiyanto.
Posisi ini diduduki hingga 1999. Setelah itu, karier militer Tyasno semakin moncer. Sempat menjadi Kepala Bais TNI (1999), puncak kariernya didapat ketika menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1999-2000.
3. Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo
Subagyo Hadi Siswoyo adalah jebolan Akabri 1970 ini pernah menjabat sebagai Panglima Kodam IV/Diponegoro pada 1995-1997. Melihat riwayatnya, Subagyo Hadi Siswoyo pernah menjadi KSAD di tiga kepemimpinan presiden. Menjabat periode 1998-1999, ia menjabat di pemerintahan Presiden Soeharto, BJ Habibie serta Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
4. Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar
Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar adalah lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1963. Puncak karier militernya didapat ketika menjadi KSAD periode 1993-1995. Melihat ke belakang, sejumlah posisi strategis lain juga sempat diduduki Wismoyo.
Salah satunya adalah Pangdam IV/Diponegoro (1989-1990). 5. Jenderal TNI (Purn) Raden Widodo
5. Jenderal TNI (Purn) Raden Widodo
Jenderal TNI (Purn) Raden Widodo lahir di Yogyakarta, 25 April 1924. Saat era pendudukan Jepang, ia menempuh pendidikan Perwira Peta (Gunjin Kyoren) di Bogor (1943) dan diangkat menjadi Shodanco (Danton) setelah lulus. Karier militernya dalam sejarah Indonesia pun terbilang cemerlang.
Sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1977-1980, ia pernah menjadi Panglima Kodam Diponegoro (1970-1973).
6. Jenderal TNI (Purn) Surono Reksodimedjo
Berikutnya ada nama Jenderal TNI (Purn) Surono Reksodimedjo. Saat muncul maklumat pembentukan PETA, ia mendaftarkan diri dan menjalani pendidikan di Bogor. Pada catatan kariernya, Surono pernah menjadi Pangdam Diponegoro.
Menjabat periode 1966-1970, waktu itu namanya masih Pangdam VII/Diponegoro. Setelah menjadi Pangdam Diponegoro, karier Surono semakin moncer di militer. Tercatat, ia pernah menjadi KSAD periode 1973-1974.
7. Jenderal TNI (Purn) Gatot Subroto
Kemudian, ada nama Jenderal TNI (Purn) Gatot Subroto. Lahir di Banyumas, 10 Oktober 1909, ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keppres No 222 Tahun 1962. Pada riwayatnya, Gatot Subroto tercatat pernah menjadi sesepuh Kodam IV/Diponegoro. Ia dulunya pernah memimpin ketika masih bernama Panglima Tentara dan Teritorium IV/Diponegoro.
Nama Gatot Subroto kini diabadikan pada nama jalan, kampus hingga Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) di Jakarta.
8. Jenderal TNI (Anumerta) (Purn) M. Sarbini
Jenderal TNI (Anumerta) (Purn) M Sarbini pernah memimpin Kodam Diponegoro pada 1961 hingga 1964. Waktu itu, ia menggantikan Pranoto Reksosamodra.
Selain aktif di militer, M. Sarbini juga dikenal dekat dengan pemimpin Indonesia kala itu. Beberapa kali, ia juga bertugas sebagai Menteri, baik di era Presiden Soekarno maupun Soeharto.
(Salman Mardira)