JAKARTA – Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan akan melakukan nginvestigasi penyebab meledaknya Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Paldam Jaya, Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS di Ciangsana, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 30 Maret 2024 malam.
“Untuk detilnya masih akan kita investigasi, tapi kan seperti yang saya sampaikan di awal, ini kan amunisi kadaluarsa, sehingga sudah sangat labil unsur kimianya dan zat-zat lainnya sehingga itu yang baru kita perkirakan," ucap Hasan kepada wartawan, Minggu (31/3/2024).
Pihaknya juga akan memeriksa anggota TNI AD terkait ledakan yang terjadi di gudang amunisi tersebut.
Tentunya pasti akan ada investigasi dari pihak TNI AD, tapi nanti itu mungkin kita lakukan setelah situasi aman,"pungkasnya.
Sekadar diketahui, Batalyon Artileri Medan 7/Biring Galih atau Yon Armed 7/155/Gerak Sendiri adalah merupakan batalyon Artileri Medan "gerak sendiri" (self operating) yang merupakan satuan bantuan tempur (satbanpur) yang berada di bawah Komando Kodam Jaya.
Satuan ini bermarkas di Jalan Raya Narogong Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Yon Armed 7/155 GS berdiri pada 15 Februari 1977.
Batalyon Armed 7/155 GS memiliki lambang satuan "Biring Galih" yang merupakan senjata sakti Pangeran Jayakarta saat berjuang melawan kolonial Belanda, dengan sesanti satuan "Dure Catru Winasena" yang berarti menghancurkan musuh dari jarak jauh.
Batalyon ini juga mempunyai tugas kehormatan kenegaraan untuk melaksanakan tembakan meriam sebanyak 17 kali pada saat upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Istana merdeka pada 17 agustus yang dilaksanakan di halaman Monas.
Selain itu, satuan ini juga sering ditugaskan untuk melaksanakan tembakan penghormatan sebanyak 21 kali (21-Gun salute) pada saat upacara penyambutan kenegaraan untuk tamu negara di halaman Istana Kepresidenan.
(Fahmi Firdaus )