Milisi yang didukung Iran telah menahan diri tidak menyerang pangkalan-pangkalan AS dalam upaya deeskalasi setelah tiga tentara AS tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Yordania pada bulan Januari. Selain itu, AS, Inggris dan Perancis pada hari Rabu menentang pernyataan Dewan Keamanan PBB yang disusun Rusia untuk mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah.
Ketiga negara tersebut mengatakan banyak fakta mengenai apa yang terjadi pada hari Senin di Damaskus masih belum jelas, sementara Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meskipun Iran dan sekutunya menyalahkan Israel, Israel belum secara resmi mengomentari serangan terhadap gedung di Damaskus.
BACA JUGA:
Iran Balas Dendam
Setelah serangan udara tersebut, menurut TV pemerintah Iran melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu, bertemu pada Senin malam dan memutuskan reaksi yang “diperlukan”. Dalam sebuah pernyataan online, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyalahkan Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan “kejahatan pengecut tidak akan dibiarkan begitu saja.”
“Setelah kekalahan dan kegagalan berulang kali melawan keyakinan dan kemauan para pejuang Front Perlawanan, rezim Zionis telah memasukkan pembunuhan buta ke dalam agendanya dalam perjuangan untuk menyelamatkan diri,” tambah pernyataannya.
Ebrahim Raisi menyebut, rezim jahat Zionis akan dihukum di tangan orang-orang pemberani Iran. "Kami akan membuat mereka menyesali kejahatan ini dan kejahatan lainnya,” kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pesan yang dipublikasikan di situs resminya.
(Maruf El Rumi)