4. Banyak Sesar yang Belum Terpetakan
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sonny Aribowo menerangkan, sejumlah gempa bumi di Jawa justru muncul dari sesar yang belum terpetakan. Maka itu, perlu waspada untuk sesar yang belum terpetakan dengan memetakan kembali patahan-patahan itu.
Dia menambahkan, perlunya kerjasama dengan berbagai pihak untuk dapat melanjutkan studi sesar aktif di Jawa, dan secara luas di Indonesia. Dalam hal ini funding BRIN dengan skema RP Kebencanaan, RIIM invitasi, BMKG dengan IDRIP, Badan Geologi, Universitas dan lain lain dapat saling melengkapi.
5. BRIN Bakal Luncurkan Program Kolaborasi Pemetaan Sesar Aktif
Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ocky Karna Radjasa mengatakan, BRIN bakal meluncurkan program kolaborasi pemeteaan sesar aktif di Pulau Jawa. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman bencana, khususnya gempa.
Dia menambahkan, banyak periset BRIN aktif terlibat dalam riset dan inovasi pemetaan sesar aktif yang dilakukan secara kolaboratif dengan BMKG, Badan Geologi, serta perguruan tinggi dan Kemen PUPR yang memfasilitas pusat studi gempa nasional yang terus melakukan perkembangan dan pemutakhiran studi sesar aktif.
"BRIN pada tahun 2024 ini akan meluncurkan 1 program srategis terkait kolaborasi, yaitu Skema Riset Inovasi untuk Indonesia Maju, Ekspedisi Sesar Aktif Jawa dan diharapkan ini akan membika peluang kerja sama stakeholder. Maka itu, terima kasih pada semua peneliti yang akan berbagi pengetahuan pengalaman terkait sesar aktif," katanya.
6. Adanya Ancaman Bencana Sesar Darat
Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ocky Karna Radjasa mengatakan, Pulau Jawa bukan pulau terbesar, tapi pulau yang memiliki banyak penduduk. Sehingga, ancaman gempa bumi di pulau Jawa juga tak hanya disadari berasal dari jalur subtruksi, tapi juga perlunya mengembangkan riset yang menunjukan adanya ancaman bencana sesar darat, yang lokasinya berdekatan kota besar seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Bandung.
(Awaludin)