Acara buka bersama dilanjut dengan menggambar dan bermain bersama pengungsi anak-anak yang ada di camp pengungsian. Anak-anak diberikan kertas bergambar peta Negara Palestina tempat mereka berasal, dan pensil warna. Mereka terlihat sangat menikmati waktu-waktu tersebut. Tidak sedikit ada pertengkaran kecil antara sesama karena keterbatasan pensil warna yang diberikan.
Selanjutnya, disusul dengan pembagian 200 paket snack dan 200 paket mainan. Hal ini diharapkan mampu memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang tinggal di pengungsian, seperti yang diketahui bahwa tinggal di camp pengungsian bukanlah hal yang menyenangkan dan serba kekurangan.
Bantuan-bantuan yang diberikan bersumber dari masyarakat Indonesia, yang berharap setiap bantuan yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat untuk Pengungsi Palestina yang membutuhkan. ”Terima kasih kepada para donatur dan sponsorship yang sudah menyumbangkan hartanya, kami para relawan akan se-amanah mungkin menyalurkan bantuan, karena ini merupakan tanggung jawab moral bagi kita sebagai relawan,” ungkap Randi.
“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada KBRI Amman Yordania, HPMI Yordania, Tim Peduli dan Kemenlu yang sudah membantu menyukseskan acara ini,” tandas Randi
Kegiatan diakhiri dengan penampilan tarian daerah Palestina oleh anak-anak perempuan asli Gaza, Palestina. Disambung dengan menyantap mansaf, makanan khas Yordania ketika adzan maghrib berkumandang.
Dengan adanya kegiatan ini, para pelajar Indonesia terkhusus pelajar diluar negeri diharapkan menjadi representasi mahasiswa yang memiliki kepedulian social yang tinggi dan mampu mengharumkan nama baik Indonesia di dunia Internasional.
”Harapan nya acara kemanusiaan ini terus berkelanjutan dan berkesinambungan, bahkan jika memungkinkan sifat berkelanjutan ini bisa seperti harapan pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia, yaitu sampai Palestina merdeka. Karena kita melihat bawa bangsa Indonesia memiliki rekam jejak kedekatan yang cukup panjang dengan Palestina, dan Ini merupakan tanggung jawab moral bagi kita semua,” ungkap Hamzah, selaku Kordinator PPID.
(Penulis: Ukaasyah Ahmad Kusyairi)
(Arief Setyadi )