Bu Prawiro tak mempersoalkan itu, karena ia yakin semua akan berjalan lancar. “Saya kenal dengan orang yang dekat dengan mereka,” kata Bu Prawiro.
“Saya akan minta dia menanyakan, apa mereka dapat menerima kedatanganku. Saya tahu cara-caranya. Saya tahu adat kebiasaan di situ, ” katanya.
Lantara tak ingin mengecewakan dan yang dikemukakan Bu Prawiro benar, membuat hati Soeharto tergugah untuk membentuk keluarga. Lagi pula dalam ajaran agama mewajibkan untuk melanjutkan keturunan dengan pernikahan.
(Arief Setyadi )