JAKARTA - Presiden Soeharto pernah jadi target pembunuhan. Peristiwa mengerikan yang mengancam nyawanya saat masih menjabat sebagai Panglima Kostrad.
Peristiwa percobaan pembunuhan terjadi saat masa G30S PKI. Kala itu, Soeharto turut diduga menjadi sasaran pembunuhan.
Cerita berawal saat istri Soeharto, Ibu Tien sedang menjaga anaknya di rumah sakit. Lantaran cemas dengan keadaan sang suami, ia pun memutuskan pulang ke rumah guna mengecek keadaan keluarganya.
Ibu Tien pun pulang diantar adik Soeharto, Probosutedjo, dengan membawa anaknya.
Setibanya di rumah, Tien tidak melihat keberadaan sang suami. Akhirnya, Tien mendapat kabar jika Soeharto berada di Markas Kostrad. Saat itu, pengawal Soeharto menyampaikan pesan supaya Ibu Tien beserta anak-anaknya diungsikan ke rumah ajudan yang berada di Kebayoran Baru.
Saat tiba di rumah ajudan, Tien gelisah karena mendapat kabar ada seorang anak perempuan yang mengaku sebagai anak Soeharto. Diketahui, anak perempuan tersebut menunggu di rumah Chaerul Saleh. Tien pun langsung menuju rumah Chaerul Saleh.
Kemudian Tien mewawancarai anak perempuan tersebut. Dari jawabannya, Tien tidak yakin anak tersebut anak Soeharto.
Masih penasaran, Tien pun membuka koper yang dibawa anak perempuan itu. Ia mendapati sebuah gitar serta sebungkus bubuk racun tikus. Tien lalu meminta anak tersebut beristirahat di kamar yang dikunci dari luar. Kemudian Tien pergi ke Markas Kostrad menemui Soeharto guna melaporkan anak perempuan tersebut.
Keesokan harinya, saat pintu kamar anak perempuan itu dibuka, ternyata kamar sudah kosong. Anak perempuan tersebut rupanya keluar kamar dengan turun melalui jendela menggunakan stagen. Diduga anak perempuan itu digunakan guna melenyapkan Panglima Kostrad.
Selain percobaan pembunuhan, Soeharto juga pernah mendapat protes disertai ancaman di negara Belanda. Berawal dari rencana tugas Presiden Soeharto ke Belanda pada September 1970.
Diketahui, rencana kedatangannya itu ditentang RMS (kelompok separatis Maluku) di Belanda. Penolakan tersebut berkaitan dengan ditembak matinya pemimpin RMS Soumokil di Indonesia pada 1966. Meski begitu, Soeharto tetap datang ke Belanda.
(Fakhrizal Fakhri )