Misteri Lenyapnya Bangunan Megah Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 21 Juni 2024 06:08 WIB
Ilustrasi (Foto : Freepik)
Share :

KERAJAAN Majapahit di masa jayanya memiliki bangunan istana yang megah. Tak hanya itu tata letak ibu kotanya juga dianggap begitu megah dan artistik kala itu. Namun semuanya konon hancur tak berbekas karena dugaan faktor alam dan sejumlah hal lainnya.

Ya faktor alam tak bisa dilawan oleh Majapahit. Bangunan istana di ibu kota dengan benteng setinggi 10 meter yang mengelilingi kompleks area istana seolah lenyap tak berbekas. Belum lagi di luar area benteng, masih terdapat area kompleks permukiman para pejabat Majapahit mulai dari mahapatih Gajah Mada hingga Bhatara Matahun.

"Di luar ada beberapa kompleks, mulai dari di sebelah timur ialah tempat tinggal Dharmadhyaksa Kasaiwan Hyang Brahmaraja dan para pendeta Siwa," demikian dikutip Sejarawan Prof. Slamet Muljana, pada bukunya "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", ada beberapa kompleks di area luar benteng.

Di bagian selatan ialah tempat tinggal Dharmadhyaksa Kasogatan dan para pendeta Buddha. Di bagian barat ialah tempat tingga pada arya, menteri dan sanak kadang rajadiraja. Sedangkan, di sebelah timur terpisah oleh jalan adalah pesanggrahan Bhatara Wengker Sri Wijayarajasa dan permaisurinya.

Di sebelah selatan pesanggrahan Bhatara Wengker adalah pesanggrahan Bhatara Matahun Sri Rajasa wardhana dan permaisurinya Bhre Lasem. Kedua pesanggrahan itu terletak di sisi selatan tidak jauh dari istana Sang Prabhu.

Di bagian utara ada pasar, di belakang pasar itulah tempat pesanggrahan Bhatara Narapati. Sedangkan di sebelah timur laut keraton ialah rumah kediaman Patih Amangkubhumi Gajah Mada. Di sebelah selatan kraton ialah gedung kedhyaksaan diapit oleh perumahan para upapati dan pendeta. Di sebelah timur kedhyaksaan ialah perumahan pendeta Siwa, sedang di sebelah baratnya ialah perumahan pendeta Budha.

Sayang bangunan ibu kota dan istana Majapahit yang semegah itu telah lama musnah. Tidak ada tanda-tanda bahwa kemusnahannya disebabkan oleh musibah alam yang berupa air bah atau letusan gunung berapi. Gunung Kelud yang sering meletus terletak jauh di sebelah selatan Majapahit, sedangkan Sungai Brantas yang mengalir ke arah utara dari Kediri ke Majakerta, terletak jauh di sebelah barat ibukota Majapahit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya