Tingginya dukungan kepada Kaesang, menurut Burhanuddin, bukan karena faktor PSI. Hal tersebut merujuk dari perolehan suara PSI yang hanya meraih 2% suara pada Pileg 2024 dan hanya berhak menempatkan 2 wakilnya di DPRD Jateng periode 2024-2029.
"Ini bukti bahwa sebenarnya naiknya suara Kaesang tidak ada kaitan dengan mesin partai (PSI,red) karena mesin partai Kaesang tidak cukup kuat di Jawa Tengah dan kursinya pun cuma ada 2," tuturnya.
Burhanuddin menilai hal tersebut bisa menjadi dasar untuk mengusung Kaesang maju dalam Pilkada. Apalagi, Jateng merupakan wilayah strategis bukan hanya provinsi dengan populasi terbesar ketiga nasional. Namun, juga basis ayahnya, Joko Widodo (Jokowi).
"Mungkin saja ada intensi Kaesang lebih memilih di Jakarta, tetapi karena peluang menangnya lebih terbuka di Jawa Tengah dan atas nama untuk membsarkan PSI, bisa saja Kaesang memutuskan maju di Jawa Tengah karena tadi, kecilnya suara PSI di wilayah yang menjadi basisnya Pak Jokowi," ujarnya.
Ditambahkan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan. Setidaknya ada tiga faktor politik dan sosiologi politik akan menjadi pertimbangan untuk mengusung Kaesang atau tidak pada Pilkada Jateng 2024.
Menurut Djayadi, ketiga faktor yang dimaksud yakni, Jokowi, Prabowo Subianto, dan gabungan nasionalis religius.
"Kalau Kaesang mau dimajukan, maka pertanyaan pentingnya adalah siapakah bakal jadi wakilnya? Sementara, kita melihat Pak Jokowi itu, kan, terasosiasi dengan dua nama, yaitu Kaesang dan Luthfi," ujarnya.
Dari situ terlihat bahwa di Pilkada Jateng, peluang Kaesang lebih terbuka lebar. Kendati tetap ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan.
"Betul, mungkin Mas Kaesang dimajukan, tetapi pertimbangan-pertimbangan tadi akan dihitung cukup cermat," katanya.
Survei Indikator dilakukan pada 10-17 Juni 2024. Populasi survei ini merupakan seluruh WNI yang berumur minimal 17 tahun. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.
Survei ini menggunakan metode wawancara tatap muka. Sementara, survei ini melibatkan 800 sampel. Adapun, margin of error atau toleransi kesalahan dalam survei ini sebesar 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
(Arief Setyadi )