Skoring yang berupa rumus persamaan garis inilah nantinya bisa diterapkan pada layanan bayi lahir. Determinan utama seperti klasifikasi kritis atau penyakit jantung bawaan kritis yang mematikan pada usia 1-7 hari kelahiran, dengan analisis berulang tetap tertinggi penyebab kematian, lainnya seperti klasifikasi syndrom, dan berat lahir di bawah 1500 gr.
Bayi yang masuk risiko tinggi maka harus segera dilakukan tindakan seperti misalnya tindakan pada pembuluh darah di-stenting atau jika menyempit dengan tindakan baloon dll.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Rizky Andriansyah SpA(K), MKed., yang hadir dalam promosi doktor tersebut menyebutkan rekomendasi disertasi dr Ita membantu memberi jawaban untuk penanganan penyakit jantung bawaan bayi bisa langsung selesai.
"Tidak bisa ada 12 ribu bayi dengan kelainan kongenital dan hanya 6000 yang tertangani lalu langsung solusinya dokter asing," kata Rizky.
"Ini membantu diagnostik, dalam sistem rujukan berjenjang menghadapi jumlah dokter jantung anak yang hanya ada di 16 provinsi," tambahnya.
Angka pasti jumlah bayi dengan kongenital disease masih angka prediksi karena national bird registery belum ada, standar peralatan rumah sakit di daerah tidak sama dengan di kota besar.