Dua Pujangga Penulis Kitab Kuno yang Berbeda Gaya Bahasa Ceritakan Sejarah Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 05:31 WIB
Arca Gayatri (Foto: istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA - Hayam Wuruk Raja Majapahit menggoreskan catatan sejarah gemilang. Di masa pemerintahannya itu Kerajaan Majapahit dibawa menjadi kerajaan besar yang menguasai Nusantara, hingga luar negeri. Kegemilangannya digambarkan oleh dua pujangga yang menuliskannya ke dalam karya sastra.

Sosoknya ibarat jurnalis di zaman sekarang yang menggoreskan detail sejarah Majapahit. Mpu Prapanca dan Mpu Sutasoma, menjadi penggores sejarah penting bagi Kerajaan Majapahit. Karyanya memperlihatkan dinamika dan pemujaan ke Hayam Wuruk, sang raja Majapahit.

Kitab Negarakertagama menjadi kita yang terkenal yang dikarang oleh Mpu Prapanca. Sebagaimana dikutip dari buku  "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada" dari Sri Wintala Achmad, Negarakertagama menjadi referensi melihat kebesaran - kebesaran Majapahit.

Dimana pada Kitab Negarakertagama menceritakan wilayah - wilayah kekuasaan Majapahit dan keharusan daerah kekuasaan menyetorkan upeti. Naskah Kakawin Negarakertagama terdiri dari 98 pupuh. Pembagian pupuh - pupuh dalam tersebut terbentuk sangat rapi. Adapun isinya di setiap pupuh mengisahkan pemujaan Prapanca terhadap raja.

Prapanca memuji nenek baginda raja yang bernama Rajapatni, putri Gayatri sebagaimana dikisahkan pada Pupuh II - VI. Putri bungsu Sri Kertanagara dari Singasari, beliau bertindak sebagai penasihat utama dalam pemerintahan. Di pupuh VIII, Prapanca mengisahkan tentang memuja Sri Rajasanagara, raja Majapahit.

Tercatat hingga Pupuh XCV - XCVIII beragam kisah diceritakan Mpu Prapanca. Di mana di pupuh terakhirnya, ia mengisahkan kebosanannya tinggal di dusun dan nekat bertapa ke lereng gunung.

Menariknya naskah Kakawin Negarakertagama bersifat pujian ke raja yang disusun tidak atas perintah Raja Hayam Wuruk, baik sebagai tujuan politik pencitraan maupun legitimasi kekuasaan. Melainkan murni kehendak Mpu Prapanca yang ingin menghaturkan bakti pada raja.

Selain Negarakertagama, Mpu Prapanca juga menulis kitab Kakawin Niratha Prakretha. Kitab ini terdiri dari 13 pupuh. Pada kitab Niratha Prakretha, Prapanca menuangkan karyanya dengan bahasa indah memikat, karya tersebut mengandung ajaran - ajaran kearifan yang bersifat transendental. Ajaran bagi seluruh manusia yang ingin mencapai pembebasan neraka, dan mencapai nirwana.

Sedangkan, satu sastrawan lainnya yakni Mpu Tantular, yang menggambarkan agama dan pemujaan ke sang raja. Kitab Sutasoma menjadi karya Tantular semasa kejayaan Majapahit kekuasaan Hayam Wuruk. Tidak diketahui pasti kapan naskah tersebut digubah. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya