Veddriq diketahui mengalahkan atlet China, Wu Peng, di Le Bourget Climbing Venue, Paris. Veddriq mencatatkan waktu 4,75 detik, lebih cepat 0,02 detik dari lawannya.
Menurut Puan, medali emas yang diraih Veddriq banyak dianggap sebagai pelipur lara bagi bangsa Indonesia. Apalagi, tak banyak prestasi yang ditorehkan Indonesia dari cabang olahraga yang menjadi andalan Indonesia meraih emas di Olimpiade.
Bulutangkis menyumbangkan delapan dari sembilan emas Indonesia sepanjang sejarah Olimpiade. Kali ini, hanya meraih perunggu dari nomor tunggal putri atas nama Gregoria Mariska Tunjung. Kendati Puan tetap meyakini, para atlet masih bisa menyumbang medali lebih banyak lagi.
Misalnya di cabang olahraga angkat besi. Indonesia memiliki peluang menambah dua medali dengan Rizki Juniansyah yang akan bertanding di cabang olahraga angkat besi kelas 73 kilogram dan Nurul Akmal berlomba di nomor +81 nanti.
“Kami semua rakyat Indonesia bahagia dengan prestasi cemerlang ini. Doa dan harapan kami kirimkan dari Indonesia untuk Tim Garuda yang masih berjuang di Olimpiade Paris. Indonesia menyala, Indonesia pasti bisa,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )