Kasus Kematian Dokter Aulia, Temuan Investigasi Kemenkes Diserahkan ke Polisi

Eka Setiawan , Jurnalis
Sabtu 31 Agustus 2024 02:09 WIB
Kemenkes serahkan temuan investigasi kematian dokter Aulia ke polisi (Foto : MNC Media)
Share :

SEMARANG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jateng menggelar rapat koordinasi terkait dugaan bullying alias perundungan yang menyebabkan satu mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi FK Undip dr. Aulia Risma Lestari meninggal dunia.

Pertemuan digelar di Markas Komando Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (30/8/2024) sekira 3 jam mulai pukul 14.00 WIB.

“Kami koordinasi dengan bahan hasil investigasi yang dilakukan Kemenkes, apa yang dilakukan nanti ke depan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto usai kegiatan.

Mereka yang hadir, Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena, Inspektorat Jenderal Kemenkes, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.  

“Rakor dalam rangka tindaklanjut kematian dr. Risma, kedua soal isu perundungan mahasiswi PPDS Anestesi Undip di RS Kariadi,” lanjut Artanto.  

Dia menambahkan, di antara pembahasan yang dilakukan adalah informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan perundungan itu, curhatan tulisan tangan, termasuk rekaman suara diduga suara korban sebelum meninggal yang curhat kepada ayahnya.

Penyidik akan melakukan uji laboratorium forensik (labfor) temuan-temuan itu. Di antaranya bertujuan untuk mengetahui tulisan curhatan itu apakah betul tulisan korban sendiri atau ada orang lain yang menuliskan, penyidik sudah mengumpulkan juga pembandingnya. Sampel suara juga akan didalami termasuk narasi di dalamnya.

“Semuanya apapun yang perlu di uji. Saksi-saksi sudah banyak yang kami mintai keterangan, lebih dari 10 orang. Ada temannya satu angkatan, pihak RS, keluarga, juga senior. Kami dalami hasil investigasi Kemenkes,” beber Kombes Artanto.  

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya