Korban Banjir Dahsyat Texas Bertambah, Setidaknya 78 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 07 Juli 2025 10:42 WIB
Dampak banjir bandang Texas. (Foto: X)
Share :

JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Texas, Amerika Serikat (AS), telah bertambah menjadi setidaknya 78 orang pada Minggu (6/7/2025), termasuk 28 anak-anak. Sementara itu, upaya pencarian korban yang hilang dari sebuah perkemahan musim panas yang diterjang banjir di tepi Sungai Guadalupe masih terus berlanjut.

Presiden Donald Trump menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mengatakan ia mungkin akan mengunjungi daerah tersebut pada Jumat (11/7/2025). Dia menambahkan bahwa pemerintahannya telah menghubungi Abbott.

"Itu adalah hal yang mengerikan yang terjadi, benar-benar mengerikan. Jadi kami katakan, Tuhan memberkati semua orang yang telah melalui begitu banyak hal, dan Tuhan memberkati, Tuhan memberkati negara bagian Texas," kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan New Jersey, sebagaimana dilansir Reuters.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dampak banjir paling dahsyat terjadi di perkemahan musim panas untuk anak perempuan Kristen, Camp Mystic. Sampai berita ini diturunkan, 10 peserta perkemahan dan seorang konselor masih dinyatakan hilang.

Banjir terjadi setelah Sungai Guadalupe di dekatnya meluap akibat hujan deras yang turun di wilayah Texas tengah pada Jumat (4/7/2025), yang merupakan hari libur Hari Kemerdekaan AS.

Para pejabat mengatakan pada Sabtu (5/7/2025) bahwa lebih dari 850 orang telah diselamatkan, termasuk beberapa yang berpegangan pada pohon, setelah badai tiba-tiba menimbulkan hujan setinggi 15 inci (38 cm) di wilayah tersebut, sekitar 85 mil (140 km) di barat laut San Antonio.

 

Badan Manajemen Darurat Federal diaktifkan pada Minggu dan mengerahkan sumber daya untuk para penanggap pertama di Texas setelah Trump mengeluarkan pernyataan bencana besar, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri. Helikopter dan pesawat Penjaga Pantai AS membantu upaya pencarian dan penyelamatan.

Sehari setelah bencana melanda, perkemahan musim panas, tempat tinggal 700 gadis saat banjir melanda, menjadi sangat rusak. Di dalam satu kabin, garis-garis lumpur yang menunjukkan seberapa tinggi air telah naik setidaknya setinggi enam kaki (1,83 m) dari lantai. Rangka tempat tidur, kasur, dan barang-barang pribadi yang berlumuran lumpur berserakan di dalamnya. Beberapa bangunan memiliki jendela yang pecah, satu bangunan memiliki dinding yang hilang.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya