Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Gerakan Pangan Lokal Nusantara (GPLN) yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada butir kedua tentang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Sebab, Indonesia dikenal memiliki kekayaan pangan lokal yang beragam, di mana diversifikasi pangan yang dikelola masyarakat adat dapat menjadi solusi mengurangi ketergantungan terhadap beras sekaligus memperkuat kemandirian bangsa dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sarasehan diikuti oleh 300 peserta dari berbagai unsur, termasuk masyarakat adat, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, budayawan, komunitas, dan pelaku usaha pangan.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Kebudayaan dengan Yayasan KEMITRAAN, organisasi masyarakat sipil yang berpengalaman dalam mendampingi dan memperkuat kapasitas masyarakat adat di berbagai daerah.
Pada akhir sesi, dilakukan penyerahan Policy Brief “Kedaulatan Pangan Masyarakat Adat” oleh perwakilan Yayasan KEHATI (Keanekaragaman Hayati Indonesia), Puji Sumedi Hanggarwati.
Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Budaya Kemenko-PMK Ivan Syamsurizal, dan Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto.