Namun demikian, ia menyadari niat pemblokiran rekening tersebut mungkin baik. Namun, sang ustadz mengkritisi caranya yang tidak elegan.
“Saya berharap pemerintah membuat keputusan yang betul-betul elegan, tidak meresahkan masyarakat dan tidak menyusahkan rakyat kecil,” ujarnya.
Ustadz Das’ad berpesan kepada para pejabat terkait agar betul-betul mengambil kebijakan untuk kemaslahatan umat. Menurutnya, seorang pejabat negara harus bisa benar-benar melayani masyarakat dengan baik.
“Apa gunanya kalian sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri, digaji oleh negara, yang bekerja mengelola keuangan masyarakat, lalu uang masyarakat ini, kebijakannya justru melahirkan keresahan dan menyusahkan masyarakat,” bebernya.
Diketahui, PPATK telah melakukan penghentian sementara transaksi pada rekening yang dikategorikan dormant sejak 15 Mei 2025, berdasarkan data yang diperoleh dari perbankan.