Tetap Buntu! Ditemui CMNP, Warga Penjaringan Makin Marah, Solusi Penutupan Akses Makin Tak Jelas & Zalim

Danandaya Arya putra, Jurnalis
Senin 24 November 2025 22:31 WIB
Tetap Buntu! Ditemui CMNP, Warga Penjaringan Makin Marah, Solusi Penutupan Akses Makin Tak Jelas & Zalim (Dok iNews Media Group)
Share :

JAKARTA - Warga RW 013, Penjaringan, Jakarta Utara akhirnya bertemu dengan pihak PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) terkait Proyek Tol Harbour Road II Ancol pada Senin (24/11/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Balai RW 013 ini dihadiri LMK, pengurus wilayah dan perwakilan warga dari 6 RT.

Diketahui, proyek tol yang dibangun CMNP ini berdampak buruk bagi warga. Sebab, akses utama Jalan Rawa Bebek Selatan telah ditutup oleh pihak CMNP.

Tokoh masyarakat RW 013 Rochimmanto alias Rohim menegaskan, dialog warga dengan CMNP belum menghasilkan solusi konkret atas dampak pembangunan Proyek Tol Harbour Road II. 

Dia menegaskan, pembangunan tol itu hanya menguntungkan perusahaan tanpa memikirkan kehidupan warga. 

"Ini CMNP hanya berpihak kepada CMNP sendiri, tidak berpihak kepada rakyat, tidak berpihak kepada masyarakat. Dia mementingkan bagaimana agar jalan tol ini lancar, tapi tidak memikirkan akses jalan warga masyarakat yang ada di RW 013. Ini kan sangat zalim, sangat mengganggu," ujar Rohim kepada wartawan.

Ia menegaskan, penutupan jalan bukan hanya memberikan dampak buruk bagi ekonomi warga, khususnya para pelaku UMKM, tapi juga mengganggu aktivitas masyarakat. 

Dia khawatir jika terjadi keadaan darurat, penutupan jalan tersebut akan sangat menyulitkan warga.

"Akses warga tertutup, kalau ada warga yang meninggal, sakit, lahiran bagaimana? Ini tidak dipikirkan oleh CMNP. Ini zalim. Saya bilang, saya akan lawan sampai kapanpun CMNP," sambungnya.

Lebih lanjut, dampak proyek CMNP yang ia sebut zalim ini, kini warga hanya diberikan akses jalan satu motor yang dulunya bisa dilalui dua mobil. Dia berharap CMNP memikirkan akses jalan untuk warga. 

Selain itu, pedagang UMKM yang sebelumnya bisa berjualan sudah digusur akibat proyek tol tersebut. Ada juga warga yang kini sudah tidak berjualan lantaran akses tertutup.

 

Sementara itu, LMK RW 013 Endang Wijaya Diharja menegaskan, pihak CMNP tidak pernah melakukan sosialisasi terkait penutupan akses jalan utama warga RW 013.

"Kalau untuk penutupan jalan tidak ada sosialisasi. Hanya pada waktu itu sosialisasi akan ada pembongkaran saja dan penutupan.
 Bahkan, saya sebagai LMK juga kaget, kok tiba-tiba jalan sudah ditutup total," ujar Endang.

Dia menyampaikan, hasil pertemuan hari ini akan ditindaklanjuti besok Selasa (24/11/2025). Warga akan mengambil sikap tegas jika dalam pertemuan berikutnya, CMNP tetap tidak memberikan solusi untuk warga.

"Besok tim CMNP akan datang dengan tim kontraktor dan konsultan, akan memberikan solusinya terkait akses warga, dan ekonomi, dan sosialnya. Kita tunggu besok. Beliau menjanjikan jam 10 akan hadir kembali di wilayah RW 013 ini," ujar Endang. 

"Jika besok pihak CMNP tidak datang, akan ada aksi. Kita akan geruduk, kita akan demo, kita akan orasi ke kantor CMNP, sekaligus kita datangi ke Gubernur, sekaligus ke Presiden," sambungnya.

Selanjutnya, Cakas selaku perwakilan dari CMNP, mengatakan bahwa aspirasi atau keluhan warga telah ia tampung. Ia berjanji CMNP akan menindaklanjuti permalasahan yang dialami warga.

"Secara prinsip kami sudah mengetahui apa-apa yang menjadi keluhan masyarakat. Kami akan coba selesaikan semaksimal mungkin," katanya.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya