“Kemudian untuk tim pelaksananya, ketuanya adalah Menteri Dalam Negeri. Wakil ketuanya ada empat,” sambungnya.
Empat wakil ketua tim pelaksana tersebut terdiri atas Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tarigan Tampubolon, Kepala BNPB Suharyanto, Komandan Korps Brigade Mobil Polri Komjen Ramdani, serta Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani. Selain itu, struktur satgas juga mencakup sejumlah bidang, mulai dari Bidang Penyusunan Rencana Induk, Bidang Penyediaan Lahan, hingga Bidang Pengelolaan Data.
Di tengah penjelasannya, Tito kemudian teringat bahwa ia belum menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari tim pengarah.
“Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi ada yang terlewat di tim pengarah. Selain menko, Panglima TNI, dan Kapolri, juga ada Bapak Purbaya, haha,” kata Tito.
Tito pun melontarkan kelakar terkait pentingnya peran Menteri Keuangan dalam satgas tersebut. Ia berseloroh bahwa melupakan Purbaya bisa berdampak serius pada pembiayaan.
“Saya lupa menyampaikan ini, kualat ini kalau nggak. Nanti, karena kalau beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma. Iya, nggak ada pitinya (uang), haha,” kelakarnya.
(Awaludin)