Polisi Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, WN China Ditangkap

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Selasa 13 Januari 2026 19:18 WIB
Penggerebekan lab narkoba (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar clandestine laboratory atau laboratorium narkotika, tersembunyi yang memproduksi narkoba jenis etomidate di sebuah apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang warga negara (WN) China.

“Mengamankan dua orang tersangka berinisial D yang merupakan WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok,” ujar Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Parikhesit menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait adanya paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.

“Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Green Bay,” ungkapnya.

 

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap kedua pelaku pada Jumat (9/1) sekitar pukul 15.30 WIB di apartemen tersebut. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram serta bahan kimia lain berupa SLS seberat 1 kilogram.

“Selain itu, ditemukan berbagai peralatan laboratorium seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, dan 100 ml, botol laboratorium, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang berbahan stainless steel,” kata Parikhesit.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa peralatan dan bahan baku laboratorium ilegal tersebut dikirim dari India. Tersangka HW yang merupakan WN China berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.

 

Laboratorium narkoba tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.

“Dari barang bukti yang kami amankan, jumlah bahan diperkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate,” jelasnya.

Dengan asumsi satu cartridge vape etomidate berisi rata-rata 2 mililiter cairan, maka dari total 30 liter tersebut, laboratorium ilegal ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge atau pod etomidate siap edar.

“Alhamdulillah, sebelum laboratorium ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan ke masyarakat, kami berhasil menggagalkannya,” ujar Parikhesit.

Saat ini, para pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya