JAKARTA – Israel membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir untuk sejumlah kecil warga Palestina pada Senin (2/2/2026). Gerbang utama wilayah yang dilanda perang itu sebagian besar telah ditutup selama hampir dua tahun.
Meskipun Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sekitar 20.000 orang sangat membutuhkan evakuasi medis, tentara Israel hanya mengizinkan lima dari 22.000 pasien untuk lewat pada Senin, menurut sumber RT.
Dalam sebuah pernyataan kepada RT, direktur salah satu rumah sakit di Gaza, Mohamed Abou Salmiah, mengklaim bahwa angka-angka ini menunjukkan bahwa "Israel sedang melakukan hukuman kolektif yang mengancam ribuan tahanan dengan pembunuhan."
Badan militer Israel, COGAT, yang mengendalikan bantuan ke Gaza, mengatakan pada Minggu (1/2/2026) bahwa penyeberangan akan dibuka kembali di kedua arah hanya untuk penduduk Gaza yang berjalan kaki, dan bahwa operasinya akan dikoordinasikan dengan Mesir dan Uni Eropa.
Meskipun jumlah pastinya belum dikonfirmasi, sumber RT mengklaim bahwa antara 50 hingga 150 orang akan diizinkan keluar dari wilayah tersebut setiap hari.