Pakar Komunikasi Politik: Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis Bisa Jadi Anugerah atau Musibah

Danandaya Arya putra, Jurnalis
Rabu 11 Februari 2026 07:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Share :

JAKARTA – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh kriitis baru-baru ini bisa menjadi anugerah atau musibah, demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie. Menurutnya, dampak dari pertemuan Presiden tersebut bisa terjawab seiring berjalannya waktu.

“Nah, kalau kita mengamati apakah kehadiran Kak Susno Duadji dan teman-teman itu adalah sebuah berkah, anugerah, atau musibah? Itu bisa kita lihat nanti dalam perjalanannya,” kata Lely dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pertemuan tersebut bisa menjadi musibah bila daya kritis para tokoh yang hadir menurun. Namun, ketika mereka tetap kritis, hal itu akan menjadi anugerah bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.

“Apa setelah bertemu dengan Pak Presiden, (para tokoh) daya kritisnya berkurang setelah dijelaskan dan lain-lain sebagainya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Lely mengatakan setiap presiden di Indonesia memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, mulai dari Soekarno hingga Prabowo.

Ia kemudian menjelaskan dalam teori self-compassion, seorang pemimpin menilai dirinya dengan sikap welas asih dan berupaya menghadirkan kebijakan yang membawa kebaikan bagi rakyat. Setelah itu berkembang konsep common humanity, yang membuka ruang bagi para pengkritik.

 

“Nah, itulah yang muncul kemudian para pengkritik. Para pengkritik itu muncul dari teori semacam ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan sejumlah tokoh bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) malam. Para tokoh itu antara lain Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro serta mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.

Ia mengungkapkan Prabowo berdiskusi tentang kepemiluan hingga penegakan hukum bersama tokoh-tokoh tersebut.

“Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,” kata Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (1/2/2026).

Prasetyo mengatakan Prabowo terbuka untuk berdialog dengan semua tokoh, termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo, katanya, juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.

 

“Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan, yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Prasetyo pun mengungkapkan pertemuan itu dilaksanakan di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya