Menyusul serangan AS-Israel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan beberapa gelombang rudal yang "diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel." Militer mengatakan pertahanan udara sedang berupaya mencegat proyektil tersebut, tetapi memperingatkan bahwa perlindungan "tidak sepenuhnya sempurna," serta mendesak masyarakat untuk mencari perlindungan ketika sirene berbunyi. IDF juga meminta warga untuk tidak membagikan rekaman atau mengungkapkan lokasi dampak.
Dilansir RT, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), cabang elit militer Teheran, mengonfirmasi bahwa serangan masih berlangsung, dengan mengatakan bahwa "sebagai tanggapan terhadap agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal... gelombang pertama serangan rudal dan drone yang luas oleh Republik Islam Iran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai."
Otoritas Israel mengatakan belum ada laporan korban luka, dengan media menunjukkan bahwa satu rudal Iran telah menghantam area terbuka di bagian utara negara itu.
Selain Israel, ledakan juga terdengar di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait, yang semuanya menampung aset militer AS. Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target sah,” seraya menambahkan bahwa “tidak ada garis merah setelah agresi ini.”