Pemulihan keamanan bandara perintis bukan sekadar aspek pertahanan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan kembali rasa aman, menjamin kelancaran pembangunan, serta memastikan pelayanan publik berjalan tanpa gangguan.
TNI, lanjut Joko, berkomitmen hadir sebagai pelindung masyarakat sekaligus mitra pembangunan di Tanah Papua. Penindakan terhadap gangguan keamanan dilakukan demi melindungi hak dasar warga untuk hidup damai, sejahtera, dan bermartabat di tanah kelahirannya.
Dengan pengamanan 11 bandara perintis oleh TNI, harapan masyarakat untuk kembali beraktivitas normal semakin terbuka lebar. Stabilitas keamanan yang terjaga menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Papua yang aman, maju, dan sejahtera dalam pangkuan NKRI.
“Bersama masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, serta seluruh unsur penyelenggara negara di Bumi Cenderawasih, TNI akan selalu menjadi garda terdepan menjaga roda pembangunan bangsa di ufuk timur Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
(Awaludin)