"Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merampas nyawa para patriot kita dan menghabiskan kekayaan dan kemakmuran negara kita".
Pengunduran diri ini adalah yang paling menonjol dari pemerintahan Trump sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Ancaman yang begitu mendesak dianggap sebagai prasyarat bagi presiden AS untuk melancarkan serangan militer tanpa persetujuan Kongres berdasarkan hukum AS. Hal ini juga penting untuk melancarkan serangan legal terhadap negara-negara berdaulat berdasarkan hukum internasional.
Trump telah menominasikan Kent untuk memimpin peran tersebut setelah sebelumnya mendukung kampanyenya yang gagal untuk Dewan Perwakilan Rakyat AS.
Ia sebelumnya adalah seorang Ranger Angkatan Darat dan anggota Pasukan Khusus AS, yang telah menjalani 11 penugasan tempur di Timur Tengah. Istrinya tewas akibat serangan bom bunuh diri ISIL (ISIS) di Suriah pada 2019.