BMKG Prediksi Gempa Susulan Malut M7,6 Akan Meluruh dalam 2-3 Minggu

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 09 April 2026 09:40 WIB
BMKG memprediksi gempa susulan Malut M7,6 akan luruh dalam 2-3 pekan. (Foto: BMKG)
Share :

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa frekuensi gempabumi susulan pasca-gempa utama M7,6 di Maluku Utara (Malut) menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan analisis statistik terbaru, BMKG memprediksi seluruh rangkaian aktivitas tektonik ini akan meluruh dalam waktu 2 hingga 3 minggu sejak gempa utama yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring hingga 9 April 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 1.378 gempa susulan dengan 25 di antaranya dirasakan masyarakat. Data harian menunjukkan penurunan konsisten, di mana pada hari pertama tercatat 394 kejadian, kemudian merosot menjadi 91 gempa pada hari keenam, dan 63 gempa pada hari ketujuh.

“Meskipun tren menunjukkan penurunan, intensitas gempa selama masa peluruhan ini bersifat fluktuatif, sehingga getaran yang dirasakan sesekali mungkin masih muncul sebelum kondisi benar-benar stabil,” kata Nelly di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Lebih lanjut, tim survei gabungan BMKG dari Pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maluku Utara dan Sulawesi Utara masih terus memvalidasi dampak di lapangan. Tim melakukan survei makroseismik yang membuktikan tingkat guncangan terbesar mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua, sesuai dengan peta guncangan (shakemap) yang diterbitkan BMKG.

Selain itu, petugas di lapangan telah memverifikasi jejak rendaman tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara, yang membuktikan akurasi Peringatan Dini Tsunami pada tingkat “Siaga” saat kejadian berlangsung.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya