Afifuddin Muhajir menekankan tiga peran strategis perjuangan NU ke depan. Pertama, NU harus menjadi benteng Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah, penjaga moral bangsa, dan pelindung NKRI.
“Islam moderat, mengajarkan rahmatan lil ‘alamin, menerima Pancasila dalam bingkai NKRI, dan meneladankan moralitas bagi kehidupan berbangsa, bisa menjadi sistem pertahanan ideologis bagi negara,” ungkap Gus Salam.
Selanjutnya, NU harus bisa memberi fatwa berkala kepada umat terkait problem sosial keagamaan-kebangsaan. Dan ketiga adalah NU harus mandiri dalam ekonomi dan independen dalam sikap berbangsa-bernegara sesuai koridor fiqhiyyah.
“Seperti Mbah Sahal Mahfudz dengan fiqh sosialnya. Banyak kiai NU yang dengan literasi fiqhiyyahnya bisa memberi pedoman kepada umat tentang kemashlahatan di bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, lingkungan, kebudayaan, dan bahkan bidang politik,” tutup Gus Salam yang juga cucu pendiri NU ini.
(Fahmi Firdaus )