MPR Tunggu Surat Resmi Penolakan LCC Ulang dari SMAN 1 Pontianak

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Jum'at 15 Mei 2026 14:05 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno (foto: dok MPR)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengaku telah menerima langsung sikap penolakan pelaksanaan ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar dari SMAN 1 Pontianak. Hal itu disampaikan pimpinan SMAN 1 Pontianak saat bertemu dirinya di Kompleks Parlemen, Kamis (14/5/2026).

Untuk itu, Eddy menyarankan agar pihak sekolah membuat surat resmi terkait penolakan mengikuti ulang LCC 4 Pilar tersebut.

"Kami minta juga kepada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pontianak, agar hasil keputusan internal dari pihak sekolah disampaikan secara tertulis dan resmi kepada pimpinan MPR," ungkap Eddy kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Hal itu dilakukan agar pimpinan MPR RI dapat mengambil keputusan untuk tidak mengulang penyelenggaraan LCC 4 Pilar.

"Agar pimpinan MPR bisa membuat keputusan baru untuk tidak mengulang lomba LCC di Pontianak, dan menetapkan SMA Sambas sebagai pemenang LCC. Itu yang kami bahas secara keseluruhan," ujar Eddy.

"Kami melihat bahwa pihak SMA 1 sangat terbuka untuk dialog dan diskusi, suasananya juga sangat hangat. Bahkan mereka mengatakan kejadian ini justru menambah semangat untuk mengikuti lomba cerdas cermat di tahun berikutnya," pungkasnya.

 

Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak pernah memiliki maksud menganulir hasil Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat yang belakangan menjadi polemik.

Penegasan itu disampaikan pihak sekolah melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @smansaptk.informasi, Kamis (14/5/2026).

Pihak sekolah menyebut langkah yang dilakukan sebelumnya semata-mata untuk memperoleh kejelasan terkait penilaian lomba melalui proses klarifikasi. SMAN 1 Pontianak menekankan upaya tersebut dilakukan demi terciptanya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.

“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengatakan persoalan tersebut telah direspons MPR melalui permohonan maaf dan komitmen perbaikan menyeluruh.

 

Selain itu, pihak sekolah menegaskan langkah yang ditempuh bukan untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak atas perhatian, dukungan, serta kepedulian dalam menyikapi persoalan tersebut.

Dalam pernyataannya, sekolah turut menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.

SMAN 1 Pontianak juga memastikan tidak akan mengikuti pelaksanaan lomba ulang yang sebelumnya diputuskan MPR.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya