Ia menambahkan, penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia lazimnya menggunakan metode rukyat dan hisab. Hisab bersifat informatif, sedangkan rukyat menjadi konfirmasi atau verifikasi dari hasil hisab.
“Pada hari rukyat ini, tinggi hilal di seluruh Indonesia antara 3,29 derajat sampai 6,95 derajat dan elongasinya antara 8,91 derajat sampai 10,62 derajat. Di seluruh wilayah NKRI, posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau visibilitas MABIMS. Oleh karena itu, posisi hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah secara teoritis sangat mungkin dapat dirukyat,” jelasnya.
Meski demikian, Cecep meminta masyarakat menunggu hasil resmi Sidang Isbat yang akan dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
“Nah, tanggal 29 Zulkaidah besok. Sengaja tidak dikatakan tanggal berapa karena kita menghargai sidang isbat menentukan terlebih dahulu. Tapi setidaknya inilah gambarannya,” pungkasnya.
(Awaludin)