Laporan CNN: Trump Telah Ancam atau Serang 15 Negara Selama Menjabat Presiden AS

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 30 Mei 2026 05:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Share :

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam, membuka kemungkinan untuk menyerang, atau benar-benar menyerang 15 negara selama dua masa jabatannya, menurut laporan CNN. Jumlah itu berarti Trump telah mengancam atau menyerang kira-kira satu dari setiap 13 negara di dunia.

Pada Rabu (27/5/2026), Trump menambahkan Oman ke daftar itu, memperingatkan bahwa negara itu dapat menghadapi tindakan militer AS jika mencoba mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran.

“Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkannya,” kata Trump selama pertemuan Kabinet Gedung Putih.

Pernyataan itu tampaknya dibuat secara santai, bukan sebagai bagian dari pengumuman kebijakan formal, tetapi sesuai dengan pola yang lebih luas dalam kebijakan luar negeri Trump, di mana ancaman kekuatan telah menjadi fitur yang berulang, demikian dicatat CNN dalam laporannya.

Oman setidaknya merupakan negara ke-15 yang diancam akan diserang, kemungkinan bisa diserang, atau benar-benar diserang oleh Trump selama masa kepresidenannya, menurut laporan CNN.

Hampir semua kasus tersebut terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan kedua Trump, meskipun beberapa juga terjadi selama masa jabatan pertama Trump.

Sejauh ini, Trump telah melancarkan serangan di tujuh negara: Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. Beberapa negara tersebut juga menjadi sasaran selama masa jabatan pertamanya.

Jumlah tersebut tidak termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik, yang telah menargetkan hampir 60 kapal dan menewaskan lebih dari 190 orang, menurut laporan tersebut.

Trump juga telah mengancam atau membuka kemungkinan serangan terhadap negara lain selama masa jabatannya saat ini, termasuk Kanada, Kolombia, Kuba, wilayah Denmark di Greenland, Meksiko, Panama, dan Oman. Selama masa jabatan pertamanya, ia juga mengancam Meksiko dan Korea Utara.

 

Ancaman dan serangan tersebut bervariasi sifatnya. Beberapa, termasuk serangan di Irak, ditujukan secara sempit pada target teroris dan bukan pemerintah negara tersebut. Ancaman lainnya kurang langsung, dengan Trump hanya menolak untuk mengesampingkan tindakan militer.

Namun, angka-angka tersebut menunjukkan seberapa sering Trump telah menyebutkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Populasi negara-negara yang telah diancam atau diserangnya mencakup sekitar satu dari setiap 11 orang di dunia, yang berarti sebagian besar populasi global memiliki alasan untuk mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer AS di bawah Trump, menurut laporan tersebut.

Timur Tengah telah menjadi fokus utama. Trump kini telah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan tersebut: Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.

Laporan tersebut mencatat bahwa ancaman dan serangannya juga mencakup empat dari tiga benua berpenduduk di dunia: Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Ia juga secara teknis mengancam negara Eropa, Denmark, dengan membahas kemungkinan merebut Greenland, wilayah Denmark di Amerika Utara.

Dalam beberapa kasus, komentar Trump telah melampaui ancaman militer dan mencakup kemungkinan perluasan wilayah.

Dari 15 negara yang telah diancam atau diserangnya, lima di antaranya telah diidentifikasi oleh Trump sebagai kemungkinan untuk ditambahkan dalam wilayah Amerika Serikat atau target untuk dikendalikan AS: Kanada, Kuba, Greenland, Panama, khususnya Terusan Panama, dan Venezuela.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya