IRAN - Komando Pusat Amerika Serikat (AS) menantang klaim Garda Revolusi Iran bahwa tidak ada kapal asing yang dapat melewati Selat Hormuz tanpa diidentifikasi, dilacak, dan dipantau oleh pasukan Iran.
“Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz. Selat itu tetap merupakan jalur air internasional. Pasukan AS ditempatkan dan siap untuk menjaga agar tetap demikian,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, melansir Aljazeera, Minggu (12/7/2026).
Perang Iran dan AS kembali memanas, bahkan kedua negara dikabarkan saling melancarkan serangan rudal dan drone. Teheran dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas AS di berbagai negara bagian kawasan Teluk pada Minggu, sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Serangkaian serangan antara AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir membuat Presiden Donald Trump menyatakan berakhirnya gencatan senjata yang sebelumnya dimaksudkan untuk menghentikan pertempuran yang dimulai AS dan Israel pada 28 Februari. Kendati Trump masih membuka peluang bagi pembicaraan lanjutan.
Eskalasi terbaru terjadi setelah adanya beberapa serangan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan tersebut. Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz setelah melepaskan tembakan peringatan yang mengenai sebuah kapal yang melintas di jalur yang tidak disetujui. Pada Minggu, Iran juga mengklaim telah melumpuhkan kapal kedua.
"Selat tersebut akan tetap ditutup hingga berakhirnya campur tangan AS di wilayah ini," kata Garda Revolusi Iran, melansir Reuters.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.