Sikap Seskab Teddy Abaikan Serangan Personal Dinilai Penting Jaga Stabilitas

Arief Setyadi , Jurnalis
Selasa 02 Juni 2026 15:17 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Riyan Rizki/Okezone)
Share :

JAKARTA – Sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk tidak menanggapi berbagai serangan personal yang ditujukan kepadanya di media sosial mendapat apresiasi karena penting untuk menjaga stabilitas. Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi sekaligus komitmen untuk tetap fokus menjalankan tugas negara.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan mengatakan, di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik di ruang digital, pejabat publik dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Karena itu, keputusan Teddy untuk tidak terpancing oleh kritik yang bersifat personal menjadi contoh yang patut diapresiasi.

“Bagi saya, sikap Seskab Teddy yang tidak defensif, memilih mengabaikan serangan personal, patut diapresiasi,” kata Iwan, dikutip Selasa (2/6/2026).

Dalam konteks tersebut, Teddy dinilai mampu menunjukkan sikap yang proporsional. Meski menempati posisi strategis di lingkaran pemerintahan, ia tidak menggunakan kewenangannya untuk merespons berbagai sindiran atau serangan yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi.

"Teddy tidak menggunakan privilege-nya sebagai Seskab dan semua orang tahu, Teddy lah yang paling dekat dengan Presiden. Bahkan saya sering menyatakan bahwa Teddy ini merupakan salah satu pejabat yang menjadi andalan Presiden," katanya.

Iwan melihat, fokus Teddy justru lebih banyak tercurah pada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kelembagaan. Di tengah berbagai sorotan yang mengarah kepadanya, Seskab tetap menunjukkan ritme kerja yang tinggi dalam mengawal berbagai agenda pemerintahan.

"Namun, kalau menyangkut tugas dan tanggung jawabnya sebagai Seskab dalam urusan negara, dia paling gesit dan cekatan. Kalau kita perhatikan aktivitasnya di media sosial, Teddy seperti tidak mengenal capek, bahkan dari pagi ketemu pagi," tuturnya.

Lebih lanjut, Iwan menegaskan pola komunikasi yang mengedepankan data dan substansi dibandingkan polemik pribadi merupakan pendekatan yang dibutuhkan pemerintah saat ini. Menurutnya, model komunikasi semacam itu dapat membantu menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan mengurangi potensi polarisasi di tengah masyarakat.

Ia menilai, ketika pejabat publik tidak terjebak dalam drama personal dan lebih fokus pada penyampaian informasi yang berbasis fakta, maka stabilitas nasional akan lebih mudah terjaga dan kegaduhan yang tidak produktif dapat diminimalkan.

"Memang, komunikasi yang impersonal yang meminimalkan drama personal dan memaksimalkan penjelasan berbasis data, merupakan fondasi yang memang dibutuhkan pemerintahan saat ini untuk menjaga stabilitas nasional, menekan kegaduhan di publik yang tidak produktif, dan berpotensi memecah belah bangsa," ujarnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya