Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.
"BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 10:15:51 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya," tambah Faisal.
Sejalan dengan itu, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan).
"Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk survei gempa bumi merusak dan monitoring dampak dari gempa tersebut," terang Ayu.
Pascaperistiwa ini, Faisal mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus waspada dengan melakukan langkah antisipasi, mitigasi, serta perlindungan diri terhadap gempa bumi dan tsunami demi mewujudkan nol korban (zero victim). Faisal memastikan bahwa BMKG bersiaga selama 24 jam dan terus memperkuat pemantauan dengan memasang ribuan sensor di seluruh Indonesia agar informasi peringatan dini dapat tersampaikan secepat mungkin kepada masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat menerapkan struktur tahan gempa. Masyarakat dapat berdiskusi dan konsultasi dengan para ahli, perguruan tinggi setempat, dan kantor BMKG yang tersebar di 191 lokasi di Indonesia," pungkasnya.
(Awaludin)