Pertamax Naik, Seskab Teddy: BBM Non-subsidi Harus Ikuti Harga Minyak Dunia

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Sabtu 13 Juni 2026 08:07 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Binti M/Okezone)
Share :

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap alasan penyesuaian harga Pertamax. Ia menjelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi sehingga harganya harus mengikuti harga minyak dunia.

"Pertamax adalah BBM Non-Subsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," kata Teddy dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (12/6/2026).

Teddy menegaskan, BBM yang bersubsidi tidak ikut naik. "Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM Subsidi tidak naik. Pertalite Rp10.000. Solar Rp6.800," lanjutnya.

"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret. Tetapi Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," ungkapnya.

Meskipun Pertamax di Indonesia mengalami kenaikan harga, Teddy menegaskan bahwa harga di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain.

"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy.

Berikut harga BBM RON 92/95:

Indonesia Rp16.260
Filipina Rp22.158
Laos Rp31.945
Thailand Rp28.910
Myanmar Rp25.085
Singapura Rp42.971

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya