Meski demikian, Sudaryono menegaskan dirinya tetap membuka ruang dialog dengan mahasiswa maupun kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan masukan.
"Karena intinya adalah, kita ingin diskusi. Jadi mana yang salah, mana yang benar, mana yang harus diperbaiki, mana yang harus direvolusi, kata mereka, itu yang mana. Kita siap," ujar Sudaryono.
"Kalau memang ada hal yang keliru yang kita laksanakan, kita perbaiki. Itu kan cerminan dari demokrasi. Kalau menurut saya, mohon maaf, orang boleh punya pendapat, tapi orang berpendapat, sama bolehnya dengan orang lain punya pendapat lain," tambahnya.
Ia bahkan menyatakan siap kembali hadir apabila diundang untuk berdiskusi di kemudian hari.
"Barangkali adik-adik tadi yang masih belum puas, kita mau diskusi lagi, saya siap diundang. Mau di Jakarta boleh, mau diundang ke Yogyakarta, tapi yang penting kita diskusi," tegas Sudaryono.
Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada peserta yang tetap ingin mengikuti dialog dan menyampaikan pandangan mereka secara terbuka.